MEMAHAMI GUGATAN SEDERHANA

Dalam masyarakat ada anggapan bahwa bila akan menempuh jalur pengadilan dalam perkara perdata maka waktunya sangat lama dan biaya besar, hal ini mengakibatkan masyarakat enggan menyelesaikan masalahnya melalui jalur pengadilan. Oleh karena itu Mahkamah Agung mengeluarkan ketentuan tentang gugatan sederhana (small claim court) yaitu Peraturan Mahkamah Agung No. 3 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Mahkamah Agung No. 4 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana.

Penyelesaian Gugatan Sederhana adalah tata cara pemeriksaan di persidangan terhadap gugatan perdata dengan nilai gugatan materil paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) yang diselesaikan dengan tata cara dan pembuktian sederhana. Gugatan sederhana merupakan kewenangan peradilan untuk memeriksa dan memutus perkara cidera janji (wanprestasi) dan / atau perbuatan melawan hukum (PMH) dengan batas waktu penyelesaiannya paling lama 25 (dua puluh lima) harikerja. Tidak termasuk dalam gugatan sederhana adalah perkara yang penyelesaian sengketanya dilakukan melalui pengadilan khusus atau sengketa hak atas tanah.

Para pihak dalam gugatan sederhana terdiri dari penggugat dan tergugat yang masing-masing tidak boleh lebih dari satu kecuali memiliki kepentingan hukum yang sama, berdomisini di daerah hokum Pengadilan yang sama yang sama dan tergugat harus diketahui tempat tinggalnya. Dalam hal penggugat berada di luar wilayah hokum tempat tinggal atau domisili tergugat maka penggugat dapat menunjuk kuasa hukum yang beralamat di wilayah hokum atau domisili tergugat. Penggugat dan tergugat wajib menghadiri secara langsung setiap persidangan dengan atau tanpa didampingi oleh kuasa hukum. Tahapan Penyelesaian Gugatan Sederhana meliputi pendaftaran; pemeriksaan kelengkapan gugatan sederhana; penetapan Hakim dan penunjukan panitera pengganti; pemeriksaan pendahuluan; penetapan hari siding dan pemanggilan para pihak; pemeriksaan siding dan perdamaian; pembuktian; danputusan. Penggugat dapat mendaftarkan gugatannya denga nmengisi blanko gugatan yang disediakan di kepaniteraan.

Bila penggugat tidak hadir pada hari siding pertama tanpa alasan yang sah, maka gugatan dinyatakan gugur, bila tergugat tidak hadir pada hari siding pertama dan kedua setelah dipanggil secara patut maka hakim memutus perkara tersebut secara verstek. Terhadap putusan verstek ini, tergugat dapat mengajukan perlawanan (verzet) dalam tenggang waktu 7 (tujuh) hari setelah pemberitahuan putusan. Dalam hal tergugat pada hari siding pertama hadir dan pada hari siding berikutnya tidak hadir tanpa alasan yang sah, maka gugatan diperiksa dan diputus secara contradictoir. Terhadap putusan contradictoir ini, tergugat dapat mengajukan keberatan.

Yang menarik pula dalam gugatan sederhana, Hakim berperan aktif dalam hal memberikan penjelasan mengenai acara gugatan sederhana secara berimbang kepada para pihak; mengupayakan penyelesaian perkara secara damai termasuk menyarankan kepada para pihak untuk melakukan perdamaian di luar persidangan; menuntun para pihak dalam pembuktian; dan menjelaskan upaya hukum yang dapat ditempuh para pihak. Dalam hal tercapai perdamaian, Hakim membuat Putusan Akta Perdamaian yang mengikat para pihak. Dalam proses pemeriksaan, Hakim dapat memerintahkan peletakan sita jaminan. Dalil gugatan yang diakui secara bulat oleh tergugat, tidak perlu pembuktian tambahan. Terhadap dalil gugatan yang dibantah, Hakim melakukan pemeriksaan pembuktian berdasarkan Hukum Acara yang berlaku.

Terhadap upaya hokum keberatan maka Hakim memeriksa keberatan hanya atas dasar putusan dan berkas gugatan sederhana; permohonan keberatan dan memori keberatan; dan kontra memori keberatan. Putusan yang sudah berkekuatan hokum tetap dilaksanakan secara sukarela, bila salah satu pihak tidak melaksanakan putusan secara sukarela maka pihak lainnya dapat mengajukan permohonan eksekusi.

Oleh:

NELSON F. SARAGIH, S.H., M.H.

Partner pada ISH & Partners Law Office

nelsonfsaragih@gmail.com

0812 713 5809